Kamis, 10 September 2020

Transformasi Orang Tua di Masa Pandemi Covid-19

Transformasi Orang Tua di Masa Pandemi Covid-19

Kembar info - Melaksanakan Pembelajaran di masa Pandemi seperti ini memang perlu adaftasi yang ekstra antara guru dengan siswa, guru dengan orang tua dan guru dengan rekan guru. Semuanya harus saling berkolaborasi untuk membentuk karakter peserta didik ke arah positif.

Kolaborasi pihak sekolah dengan orang tua menjadi kunci untuk menyelaraskan pendidikan yang berkarakter seperti melibatkan komunitas di media sosial yang menyesuaikan kondisi di masa Pandemi Covid-19.

Bentuk Kolaborasi ini bisa melalui komunikasi langsung (sifatnya bisa personal) antara guru dengan orang tua. Guru juga bisa memberikan saran ke orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget, film, video game dan media lain yang efeknya sangat jelas mengurangi moral peserta didik.

Sekolah bisa membangun pusat sumber daya keluarga, yang di dalamnya ada kegiatan konseling.

Saat proses belajar tatap muka dihentikan sementara, dan sebagai gantinya yaitu proses belajar jarak jauh (daring), banyak sekali siswa yang mengeluh termasuk orang tua (terutama di pedesaan).

Blogberkarakter, Sekolah daring, Pandemi Covid19,

Tugas demi tugas yang diberikan oleh guru tanpa ada tatap muka, menyebabkan asumsi berbeda bagi siswa. Siswa memaknai sekolah daring sebagai ajang tugas, tugas dan tugas.

Keluhan di berbagai daerah juga hampir sama, saat pertama kali diterapkan pembelajaran online, Peran Orang tua menjadi tambah berat, namun demi mengurangi penyebaran Virus Covid-19 akhirnya kegiatan belajar online (mau tidak mau) harus dilaksanakan meskipun tidak optimal.

Berbeda dengan orang tua yang sudah memiliki basic kependidikan, namun dalam hal ini orang tua yang tidak bersekolah akan mengajarkan anaknya tanpa mengetahui tips-trik memotivasi semangat belajarnya.

Berbagai upaya juga dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem Makarim), melakukan kerjasama dengan platform online demi mengembangkan proses belajar secara daring (dalam jaringan).

Jika mutu pendidikan ingin berkembang dalam sistem daring, tentunya sebagai pendidik harus mampu memiliki kreatifitas dan inovasi yang cerdas.

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 tidak hanya menyangkut kecakapan dalam menguasai materi belajar (bagi pendidik), namun para Pendidik harus lebih cepat beradaftasi terhadap kemajuan teknologi sampai cara menggunakannya.

Keterbatasan tersebut juga menyebakan mood siswa berubah-ubah dan peran guru disini menjadi sangat penting dalam memotivasi siswa. Dahulu pendidik memiliki moto "Guru Berkelas di dalam kelas" sekarang Guru Berkelas di masa Pandemi Covid-19 dari Transformasi Orang tua.

Guru wajib berinovasi untuk mengembangkan proses Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Bentuknya bisa berupa kesepakatan untuk berKolaborasi agar saat anak belajar di rumah ada pendampingan oleh orang tua. Tidak selalu orang tua mendampingi anak belajar namun ada kesepakatan dalam pendampingan atau pemantuan orang tua.

Contohnya;

> Guru memberikan motivasi ke siswa, dan berkoordinasi terlebih dahulu ke orang tua mengenai pendampingan yang perlu dilakukan ke anak.

> Peran Orang tua menjadi teman belajar bagi anak, orang tua juga harus mampu memotivasi anak dengan game atau bentuk lainnya.

Situasi pandemi Covid-19 tidaklah selamanya menimbulkan dampak negatif, namun juga memiliki dampak positif.

Guru diajak untuk menjadi kreatif dalam membuat pembelajaran, orang tua belajar mengenali anaknya dan siswa belajar untuk mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik kerja sama di antara semua pihak sangatlah dibutuhkan. Seperti kata pepatah bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Optimisme adalah iman yang menuntun Anda ke pencapaian.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved