Senin, 17 Agustus 2020

Memahami cara menulis artikel blog yang baik

Memahami cara menulis artikel blog yang baik

Tadi sore ada sesi edukasi untuk seorang penulis artikel blog, Kebetulan bagi para blogging yang masih awam seputar SEO artikel. inilah kesempatan belajar dasarnya.
Catatan: 
Untuk konten, sepertinya banyak penulis artikel masih menggunakan prinsip-prinsip lama, jadi perhatikan dengan baik informasi di bawah ini;

(1) KEYWORD DI HEADING

Heading H1
disini mewajibkan keyword target berada dalam heading H1
dengan catatan; 
keyword dituliskan utuh tanpa terpotong. 
Untuk penulis yang udah terbiasa, hal ini udah standar dilakukan. 
Tapi untuk penulis baru, masih banyak yang sering merubah keyword target.
Misalnya saja, keyword target belajar forex. Dalam H1 (judul) ditulisnya belajar bisnis forex. Ada kata bisnis yang disisipkan di dalam keyword target.

Heading H2
Heading H2 berupa keyword turunan, keyword varian, ataupun topik yang berhubungan dengan keyword target utama. 
Jika bisa dibikin sub topik, selalu saya simpan dalam H2.
Keyword dalam heading saya pikir sejauh ini masih jadi salah satu strong signal kepada search engine tentang isi artikel yang di buat.
----------------------------------

(2) KEYWORD DI ARTIKEL 
Keyword target juga harus ada dalam artikel. 
Ini hal simpel dan memang udah biasa dilakukan. Tapi untuk penulis baru, sering kali tidak dilakuin.
saya mewajibkan keyword target dituliskan di bagian awal artikel. Sekitar 70-100 kata pertama.
saya mewajibkan pengulangan keyword secara natural, tidak maksain, beberapa kali dalam artikel, tidak ada ukuran keyword density sekian persen, cukup beberapa kali saja.

Jika bisa, gunakan juga variasi ataupun sinonim kata dari keyword target. Tentunya disimpan secara natural, mengalir dalam artikel.
Biasanya dengan menerapkan hal seperti ini, hasil tulisan ntar lebih terfokus dan tidak melebar kemana-mana.

(3) KEYWORD DALAM IMAGE
Selanjutnya, keyword juga digunakan dalam image; nama image, alt, deskripsi, dan caption.
Ini saya wajibkan kalau image menjadi bagian informasi yang diperlukan dalam artikel. Kalau cuma sebagai filler/pengisi tambahan aja mah ngga diwajibkan pakai keyword.
Keyword yang digunakan dalam image: keyword utama, varian keyword, ataupun sub topik.
Contoh image yang jadi bagian informasi konten: keyword wisata (pantai xxx, air terjun xxx, dan sejenisnya). 
Contoh image yang jadi pengisi doangan: keyword definisi (what is xxx, apa itu xxx, dan sejenisnya)
---------------------------------------

Ini mah jadul banget, udah ngga relevan. Kan udah ada algoritma Rankbrain?
Emang jadul sih. Saya masih pakai karena masih relevan. 
Prinsipnya, saya coba mempermudah search engine untuk memahami isi artikel saya dengan cepat.
Gitu aja sih.
Penekannya ada pada penggunaan keyword dalam artikel secara natural/alami, ngga maksain sampe jadi keyword stuffing dalam artikel.
-------------------------------------

Artikel blog saya udah ok nih, terus apa lagi kalau mau lebih otpimal?
Schema. Bisa coba tambahkan schema yang sesuai dan relevan dengan jenis artikelnya. Misal pakai itemlist schema, tourist destination schema, faq page, review, etc.
Silahkan googling saja dulu untuk pemakaian schema nya.
-----------------------------------

Saya juga menggunakan patokan di atas saat beli blog yang udah jalan.
Misal saya nemu blog yang dijual, punya visitor lumayan, harga murah. 
Lalu saat di cek artikelnya, banyak artikel yang tidak menggunakan prinsip-prinsip di atas.
Biasanya saat dibeli lalu di optimasi ulang dengan prinsip-prinsip di atas, ditambah dengan setting internal link, blognya suka naik cukup cepat. Tanpa harus ada tambahan backlink.
Sekian dulu..semoga berguna banyak banyak orang

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved