Rabu, 29 Juli 2020

Siapakah yang seharusnya ngAJEGang Bali?

Siapakah yang seharusnya ngAJEGang Bali?

TIDAK SEMUA BUDAYA DAN TRADISI BALI ITU JELEK SEHINGGA SEMUA HARUS DI LEBUR DAN DI GANTI

Dari Komunitas Cinta Hindu (jangan ganti panganjali "Om Swastyastu")

    Jangan ganti danau, hutan dan laut Bali dengan Villa, Jangan ganti pakaian adat Bali dengan ala India dan sebagainya.
Kami orang Bali punya karakter tersendiri sebagai manusia Bali. Kami golongan minoritas di Bali tapi kami tau caranya menghargai leluhur kami. 
Kami bukanlah manusia keras kepala yang anti perubahan, namun perlu di pikirkan, ada hal yang harus di ciptakan , di pelihara dan di lebur, jangan berpikir atas dasar kebenaran pribadi yang kalian bilang semua bersumber dari kitab suci, bukankah Alam ini juga merupakan kitab suci yang maha sempurna.

   Kami generasi Muda Bali akan tetap bersemangat untuk melestarikan dan menjaga Budaya, Adat dan Tradisi Bali, mungkin ini terlihat keras kepala atau bahkan salah oleh sebagian orang, tapi inilah kami penerus tradisi Bali.
Perlu di catat, boleh saja kami di kucilkan di hina atau bahkan di singkirkan tapi semangat kami akan tetap membumi di tanah Bali tercinta ini.

Dan inilah salah satu tulisan anggota lain Taksu Bali Dwipa,

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG MENJAGA DAN NGAJEGANG BALI?

   Di saat Bali didera Polemik dengan aliran HK yang ingin merubah dan menggerus Budaya dan Tradisi Hindu Bali, kita cermati selama ini hanya warga Kelas bawah yang lebih banyak aktif, menyuarakan Perlawanan dan menentang HK yang sudah begitu banyak mendiskreditkan Ajaran. Tradisi dan Budaya Hindu di Pulau Bali mencap sebagai Budaya Tamasik, menyimpang dari Weda. 

    Di saat polemik seperti ini lalu dimanakah? Teriakan Gagah dan Lantang " AJEG BALI"

   Pada hal mereka yang memegang kekuasaan dan mempunyai kewenangan dalam  mengambil keputusan bisa menyelesaikan masalah kecil HK seperti ini dengan cepat, apalagi landasan hukum sudah ada.

    Kegamangan dan ketidak-beranian Penguasa dan juga lembaga yang mengaku mewakili Hindu, memicu polemik makin meluas. 
Haruskah anak-anak muda turun kejalanan di tengah wabah covid ini??  jika mereka sebagai penguasa  mengerti dengan Management krisis, seharusnya sebelum menjadi polemik besar tindakan preventif sudah harus diambil secepat mungkin. 

Semoga menginspirasi

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved