Senin, 20 Juli 2020

Polemik Hare Krishna di Media Sosial

Polemik Hare Krishna di Media Sosial

Banyak berita yang lagi viral di media sosial, salah satunya perbedaan keyakinan antara Agama Hindu dengan Aliran Hare Krishna.

Apa dasar permasalahannya?
Pada dasarnya tentang kekhawatiran akan lunturnya taksu Bali, sehingga penggerak ajeg Bali ikut menyimak dan ber-argument di dalam sebuah status di media sosial.

Negatifnya:
Ada beberapa oknum politik/ Buzzer yang ingin menjatuhkan lawan politiknya (asumsi),
Ada rasa sakit hati dan kekalahan berpolitik atau ingin membentuk ormas baru di Bali, sehingga dengan bermedia sosial bisa melunturkan semangat persatuan masyarakat Bali.
Asumsi lain; ada Agama lain ingin menguasai politik internal Bali dan polanya di mulai dari bermedia sosial.


Berikut informasi yang didapatkan tentang pandangan Agama Hindu terhadap cara/ ajaran aliran Hare Krishna, (diulas dalam bentuk perbedaan).
Agama Hindu, Hare Krishna,

Perbedaan aliran Hare Krishna  dan Agama Hindu Bali:

1. Tujuan
Hindu Bali: Moksartham Jagadhita Ya ca iti Dharma
Hare Krishna: Menjadi pelayan Krishna di Vaikuntha

2. Status Krishna
Hindu Bali: Krishna adalah awatara ke-8 dari Dewa Wisnu
Hare Krishna: Wisnu adalah salah satu personifikasi dari Kepribadian Tuhan Krishna

3. Doa
Hindu: Tri Sandhya, Panca Sembah
Hare Krishna: maha mantra; Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare
Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare.

4. Tempat Ibadah
Hindu Bali: Pura
Hare Krishna: Ashram

5. Tuhan Tertinggi
Hindu Bali: Brahman/Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Hare Krishna: Tuhan Krishna

6. Pemujaan terhadap leluhur
Hindu Bali: Penting, dari rong tiga sampai Pedarman
Hare Krishna: tidak penting, didasari sloka yg menyembah leluhur kembali ke leluhur, yg menyembah dewa akan kembali ke alam dewa, yg menyembah aku (Krishna) akan kembali padaku.

7. Penghormatan pada roh alam/Butha Yadnya
Hindu Bali: Penting, mecaru, tawur, Demi keseimbangan alam
Hare Krishna: Tidak penting, siapa yg memuja roh alam/ butha akan kembali ke roh alam

8. Status Dewa
Hindu Bali: Dewa adalah manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi (Brahman)
Hare Krishna: Para dewa adalah mahluk suci ciptaan Tuhan Krishna

9. Pengertian Moksa
Hindu Bali: Bersatunya Atman dgn Brahman
Hare Krishna: Atman tidak bisa bersatu dengan Tuhan Krishna, atman akan menjadi pelayan abadi dari Tuhan Krishna di alam Vaikuntha

10. Bhagavad Gita
Hindu Bali: Bhagavad Gita karangan Bhagawan Vyasa
Hare Krishna: Bhagavad Gita as it is karangan Prabuphada


Perbedaan aliran Sampradaya dengan Agama Hindu
Demikian hasil jejak yang diterima dari media sosial dan diutarakan kembali di artikel Pakembar.info

Pada dasarnya ada kutipan di dalam Kitab Bagawadghita:
Dengan cara apapun dan dengan jalan apapun kau menyembahku, aku terima wahai parta.
Namun, konteks yang dipermasalahkan di media sosial adalah tatanan budaya yang mulai ditinggalkan sehingga menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan (takut akan lunturnya adat, budaya di Pulau Bali).



AGAMA DAN KASIH SAYANG

Ada Enam Agama yang diakui di Republik Indonesia, yaitu Islam, Kristen,  Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu penuh dengan ajaran kebaikan bagi umatnya. Begitu pula ada keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, walaupun dengan nama yg berbeda beda.

Jika admin memberikan asumsi,  keenam ajaran agama ini memiliki cara yang berbeda dalam sembah bhaktinya kehadapan Tuhan, contohnya:
  > Hindu, dalam penerapanya identik dengan Yadnya,
  > Islam, dalam penerapanya identik dengan 5 rukun islam,
  > Kristen, dalam penerapanya identik dengan Kasih dan Sayang,
  > Katolik, dalam penerapanya identik dengan Kasih dan Sayang,
  > Budha, dalam penerapanya identik dengan Bhakti,
 > Kong Hu Cu, dalam penerapanya identik dengan Hormati Leluhur (Pitara),


Tapi apakah keenam Agama ini boleh saling mengkonversi, atau para pengikut Agama-agama tersebut rela umatnya dikonversi oleh salah satu Agama yang ada?
(karena sama-sama mengajarkan kasih sayang dan meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa).

Jawabannya: tentu tidak boleh, atau tidak rela.

Hal ini saya tulis menanggapi tulisan seseorang di FB bahwa bila aliran kepercayaan Hare Krishna mengajarkan kasih sayang, kenapa tidak mencoba menerima, dimana saya artikan sebagai pembiaran pengkonversian dari Hindu ke Hare Krishna.

Ini yang selalu saya katakan sebagai bahasa bijak, tapi tidak tepat dan dikeluarkan oleh orang yg spiritualitasnya sangat rendah.

"Kenapa saya berani bilang bahwa spiritualitas orang tersebut sangat rendah", karena dengan berucap seolah-olah bijaksana, sehingga ingin dikatakan sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.

Mirip seperti Sang Arjuna ketika menunjukkan kebodohannya dihadapan Shri Krishna ketika di awal perang Barata atau Barata Yuda.
Apa yg dikatakan Sri Krishna ketika itu? Beliau membilang itu suatu kelemahan, dan tidak patut dikeluarkan oleh seorang kesatria.

Apakah setiap kelompok yang mengajarkan kasih sayang, kebaikan, bhakti dengan keyakinan yang beda, harus diterima sebagai bagian dari satu Agama tertentu di Indonesia?

Semoga bisa saling menghargai.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved