Sabtu, 25 Juli 2020

Polemik Dualisme PHDI dan Aliran Hare Krishna

Polemik Dualisme PHDI dan Aliran Hare Krishna

Seingat saya dulu (mudah mudahan tidak salah) ada dualisme PHDI di Bali, versi PHDI Besakih dan PHDI Campuhan
PHDI Campuhan ini bermetamorfose menjadi PDHB (Parisada Dharma Hindu Bali) dan Semonga semangat Campuhan bisa mengembalikan PHDI kepada kemurniannya seperti pada saat pertama kali dicetuskannya PHDI (sebuah postingan di facebook).

Argiment dari Pak Lanang Wiantara; dengan dua versi PHDI ini menunjukkan tidak solidnya intelektual Hindu, bagaimana kedepannya Hindu Bali akan ajeg?. Yang paling penting lembaga-lembaga agama janganlah terlalu banyak intrik dan kepentingan-kepentingan individu!.

Pendapat dukungan juga datang dari komentar penggguna facebook; tiang juga berharap pada PHDI campuhan untuk berperan aktif memperjuangkan keajegan Hindu Bali bersama MDA dan ormas-ormas berbasis Hindu Dharma.

Berkaitan dengan aliran yang dianggap meresahkan dalam kaitan keajegan Bali, beberapa edaran surat, banner, foto-foto dan meme datang dari berbagai sumber.

Surat Permohanan untuk evaluasi buku Agama Hindu



Tulisan ini oleh: Oleh Pak Putu Agus Yudiawan;

SING MAEN MAEN !!!

Saya teringat ketika mengirim dan menerima surat cinta monyet dari pacar di jaman 3.0 kalau dikenang bikin senyum-senyum sendiri jadi lucu tapi asik bukan bikin geli.

Kemudian, ketika saya melihat dua surat yang diperlihatkan oleh PHDI dan ISKCON di media sosial, lagi lagi saya ingin ketawa karena geli. Ini dagelan apa lagi dipertontonkan ke umat Gama Bali ???

Surat pertama adalah sebuah surat dari PHDI ke Dirjen Bimas Hindu, Kementrian agama. Dimana isinya adalah atas desakan masyarakat dan keresahan yg ditimbulkan akibat buku buku ajaran agama Hindu yang bertentangan dengan teologi Hindu Bali. PHDI memohonkan agar dievaluasi dan ditarik peredarannya di masyarakat.

Surat kedua adalah surat pernyataan ISKCON yang ditandatangani oleh 3 petinggi ISKCON/Hare Krishna menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan kegiatan HK di luar pasraman mereka di seluruh Bali.

Bagi umat Hindu Bali yang kurang cerdas cara berpikirnya melihat kedua surat ini akan menyambutnya dengan penuh apresiasi bahkan mungkin memuji PHDI. Pertanyaannya layakkah PHDI dipuji?


Mari kita bedah rangkaian peristiwanya;

● PHDI telah puluhan tahun terpapar HK sehingga sampradaya/HK diberikan pengayoman yang termuat dalam AD/ART PHDI. Padahal Hare Krishna terlarang sesuai dengan SK Jaksa Agung nomor KEP-107/JA/5/1984.

● Petinggi petinggi PHDI telah lama berkolaborasi dengan HK dan mampu mendudukkan bhaktanya sebagai Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama.

● Berawal dari Dirjen Bimas Hindu inilah pintu masuk bhakta HK ke SD hingga Universitas. Mereka mulai memasukkan ajaran HK pada kurikulum sekolah dan mendoktrin murid dan mahasiswanya baik secara tersembunyi, halus dan terang terangan waktu demi waktu dan masiv. IHDN tersinyalir paling banyak dosennya terpapar HK dan siapa rektor IHDN tidak lain dan tidak bukan adalah Ketua PHDI Bali sekarang.

● Ada sebuah foto beredar di media sosial dimana Ketua PHDI Bali dengan bangganya berjejer dengan pejabat ISCKON memperlihatkan buku Bhagawad Gita versi Prabhupada. Artinya Ketua PHDI sudah sejak lama paham ajaran HK.

● Kalo kita melihat surat PHDI dan surat ISKCON keduanya dengan seksama maka akan terlihat tidak selaras bahkan bertentangan. Di satu sisi PHDI mengusulkan penarikan ajaran HK disisi lain membiarkan kegiatan HK tetap eksis di Pasraman.

● Surat Pernyataan ISKCON tujuannya berusaha mempersempit opini di masyarakat tentang pelarangan HK. Mereka berusaha membawa pokok permasalahan kepada tidak setujunya umat Hindu Bali atas kegiatan mereka diluar pasraman. Padahal pokok masalah yg menjadi konflik adalah ajaran HK bertentangan dengan ajaran HIndu Bali dan berpotensi merubah tradisi, adat, budaya dan Hindu Bali.

Semua ini adalah lelucon paling konyol atas sikap PHDI mengatasi polemik HK dengan Hindu Bali. Mereka berdua ini pintar pintar bodoh artinya mereka pintar hanya dihadapan orang bodoh atau mereka pintar kalo urusan membodoh bodohin orang bodoh.

Seharusnya kalo PHDI Bali sungguh-sungguh berkeinginan menyelesaikan polemik yang telah berlangsung puluhan tahun. Berawal kisruh di dalam PHDI sendiri sehingga ada dua kubu kemudian hari ini memanas di masyarakat.

Maka PHDI selain memohonkan menarik ajaran HK (suratnya abu-abu tidak berani menyebut ajaran HK) peredarannya di masyarakat. Kedua, memohonkan pula untuk mencabut surat terdaftarnya HK di Kementrian Agama Republik Indonesia. Selain itu juga PHDI Bali mengirim surat rekomendasi pencabutan seluruh legalitas  ISKCON/Hare Krishna ke induknya yaitu PHDI Pusat di Jakarta.

Apabila ini dilakukan baru kita percaya bahwa PHDI bersungguh-sungguh menyelesaikan polemik HK dan Hindu Bali. Bahasa kerennya di Bali adalah "SING MAEN MAEN". 

Tetapi, kembali lagi kita kita taulah siapa sebenarnya PHDI dan ujungnya adalah mari kita ketawa bersama-sama sebelum tertawa itu dilarang.

Demikian Artikel yang di tulis oleh Pak Putu, semoga bermanfaat dan memahami polemik yang sedang terjadi di dunia maya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved