Kamis, 23 Juli 2020

Penulisan Amor ring Acintya yang Benar

Penulisan Amor ring Acintya yang Benar

Saat menerima kabar duka (Kelayu Sekar'an) dari saudara, teman atau melihat orang yang meninggal, bagi umat Hindu kata yang keluar (untuk mendoakanya) adalah "Amor Ring Acintya" atau Semoga diterima di sisinya.

Namun, perlu diketahui kata Amor Ring Acintya dan diterima di sisinya ternyata salah (dari sudut pandang yang berbeda keyakinan), kenapa bisa salah?

Berikut ulasannya!

Amor artinya Manunggal atau Menyatu (dalam bahasa Sansekerta).
Ring artinya di (dalam bahasa Bali).
Acintya artinya Sang Hyang Widhi atau Tuhan Hyang Maha Esa (dalam bahasa Sansekerta).

Apabila diartikan kata "Amor Ring Acintya" berarti Semoga Menyatu di Tuhan.

Perbedaannya;

Penulisan Amor Ring Acintya yang benar adalah Amor Ing Acintya.
Karena jika di lihat dari pengertiannya, sebagai berikut;

Amor artinya Manunggal atau Menyatu (dalam bahasa Sansekerta).
Ing artinya dengan (dalam bahasa Sansekerta).
Acintya artinya Sang Hyang Widhi atau Tuhan Hyang Maha Esa (dalam bahasa Sansekerta).

Apabila diartikan kata "Amor Ing Acintya" berarti Semoga Menyatu dengan Tuhan (Tidak Terpikirkan) “Manunggaling kaula gusti”.
AMOR RING ACINTYA, Doa Orang Meninggal


Doa Amor Ing Acintya ini sebaiknya diucapakan kepada orang yang layak manunggal dengan Tuhan (Moksa). Kata Layak disini dapat di lihat dalam sikapnya waktu masih hidup.

Untuk doa Semoga diterima di sisinya,?
Kita dapat memahami Sifat Tuhan/ Brahman/ Ida Sang Hyang Widhi sesuai dengan kitab Wrhaspati Tattwa yang disebut sebagai Asta Iswara, diantaranya:


1. Anima : Tuhan bagaikan setiap atom yang mempunyai kehalusan yang bahkan lebih halus dari partikel apapun.

2. Lagima : Sifat Tuhan yang sangat ringan bahkan lebih ringan dari ether.

3. Mahima : Dapat memenuhi segala ruang, tidak ada tempat kosong bagi Beliau.

4. Prapti : Segala tempat bisa dicapai,  Beliau dapat pergi kemanapun yang dikehendaki dan Beliau telah ada.

5. Prakamya : Segala kehendakNya akan selalu terjadi.

6. Isitwa : Tuhan merajai segala-galanya, dalam segala hal yang paling utama.

7. Wasitwa : Menguasai dan dapat mengatasi apapun.

8. Yatrakamawasayitwa : Tidak ada yang dapat menentang kehendakNya.

Dengan adanya sifat-sifat Beliau, kita bisa menganalisa sifat Mahima; dimana segala ruang tidak ada sisinya, jadi penggunaan kata diterima di sisinya perlu di ubah seperti: Semoga (orang yang meninggal) manunggal atau mendapat surga.

Namun, dalam adat/ Umat Hindu di Bali orang yang baru meninggal harus melalui proses tahapan rangkaian upakara (tidak langsung menuju ke alam Acintya). Jika sudah ngelinggihan ke rong Telu baru doa Amor Ing Acintya diucapkan.


Jika ada orang yang meninggal, Doanya sebaiknya sebagai berikut:


Oṁ atma tattwatma naryatma Swadah Ang Ah
Oṁ swargantu, moksantu, sùnyantu, murcantu.
Oṁ ksāma sampurnāya namah swāha.

Artinya:

Om Sang Hyang Widya Wasa yang Maha Kuasa.
Semoga arwah/jiwa yang meninggal mendapat surga, menunggal bersamaMU, mencapai keheningan/ketenangan tanpa derita/siksa.
Ya Sang Hyang Widhi Wasa, ampunilah segala kesalahannya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan serta pengetahuan dan pengampunanMu.

atau jika belum mampu menghafal mantra di atas, sarannya adalah ucapkan mantra dengan bahasa sendiri, seperti:
> Semoga polih genah sane becik,
> Dumogi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,
> Dumogi polih pemargi sane becik,

Pahami juga tentang CUNTAKA untuk menjaga kesuciaan alam ini, karena kaitan Cuntaka/ sebel dengan kematian mempengaruhi alam buana alit dan buana agung.


Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi semeton Hindu

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved