Senin, 20 Juli 2020

Nama-Nama Silsilah Keturunan di Jawa dan Bali

Nama-Nama Silsilah Keturunan di Jawa dan Bali

Dalam Keluarga Di Pulau Jawa biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tuanya Bapak dan ibu disebut Eyang (Kakek/Nenek dalam Bahasa Indonesia).

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah dan ke atas) sampai urutan ke-18 dalam Bahasa Jawa :

URUTAN KE ATAS (dari atas sampai nama orang tua kita):
Moyang ke-18 - Eyang Trah Tumerah.
Moyang ke-17 - Eyang Menyo-menyo.
Moyang ke-16 - Eyang Menyaman.
Moyang ke-15 - Eyang Ampleng.
Moyang ke-14 - Eyang Cumpleng.
Moyang ke-13 - Eyang Giyeng.
Moyang ke-12 - Eyang Cendheng.
Moyang ke-11 - Eyang  Gropak Waton.
Moyang ke-10 - Eyang Galih Asem.
Moyang ke-9 - Eyang Debog Bosok.
Moyang ke-8 - Eyang Gropak Senthe.
Moyang ke-7 - Eyang Gantung Siwur.
Moyang ke-6 - Eyang Udheg-udheg.
Moyang ke-5 - Eyang Wareng.
Moyang ke-4 - Eyang Canggah.
Moyang ke-3 - Eyang Buyut.
Moyang ke-2 - Eyang (kakek/nenek dalam bahasa Indonesia).
Moyang ke-1 - Bapak/Ibu.


DILIHAT DARI POSISI KITA (keturuan kita memiliki anak):
*Urutan Kebawah:

Keturunan ke-1 - Anak.
Keturunan ke-2 - Putu/ cucu.
Keturunan ke-3 - Buyut.
Keturunan ke-4 - Canggah.
Keturunan ke-5 - Wareng.
Keturunan ke-6 - Udheg-udheg
Keturunan ke-7 - Gantung siwur.
Keturunan ke-8 - Gropak Senthe.
Keturunan ke-9 - Debog Bosok.
Keturunan ke-10 - Galih Asem.
Keturunan ke-11 - Gropak waton.
Keturunan ke-12 - Cendheng.
Keturunan ke-13 - Giyeng
Keturunan ke-14 - Cumpleng.
Keturunan ke-15 - Ampleng.
Keturunan ke-16 - Menyaman.
Keturunan ke-17 - Menyo-menyo
Keturunan ke-18 - Trah Tumerah.

Silahkan disimpan, ini peninggalan leluhur yang bisa saja terlupakan. (ini penting kagem wong Jowo, ben ngerti sisilah /keturunan Nenek moyang keluarga).



 nama keturunan

Begitu juga dalam tradisi masyarakat di Bali terdapat sebutan garis keturunan hingga 14 tingkat ke bawah
Keempat belas garis keturunan ini merupakan leluhur atau nenek moyang orang Bali yang jarang dipublikasikan dan sering disebut dengan istilah Catur Dasa Pitara, berikut ulasanya:

Kawitan Lahir dari Awataranya Ida Sang Hyang Widhi (Catur Dasa Pitara) dan menurunkan Sang Hyang Klakat, pertama.

Klakat, menurunkan Kelewaran adalah garis keturunan kedua.

Kelewaran, menurunkan Wareng adalah garis keturunan ketiga.

Wareng, menurunkan Bungkar adalah garis keturunan keempat.

Bungkarmenurunkan Canggah adalah garis keturunan kelima.

Canggahmenurunkan Karapeg adalah garis keturunan keenam.

Karapeg/ Krepek, menurunkan Kelambiung adalah garis keturunan ketujuh.

Kelambiung, menurunkan Kelab adalah garis keturunan tingkat kedelapan.

Kelab, menurunkan Buyut adalah garis keturunan tingkat kesembilan.

Buyut, menurunkan Kumpi, garis keturunan tingkat kesepuluh.

Kumpi/ Kompyang, menurunkan kakek adalah garis keturunan tingkat kesebelas.

Pekak atau Kakek adalah orang tua yang membesarkan ayah merupakan garis keturunan kedua belas.

Aji, Bape atau Ayah adalah orang tua dari si anak merupakan garis keturunan ketiga belas.

Anak lahir dari ayah ibu dan merupakan garis keturunan keempa tbelas.


Selengkapnya bisa di lihat dalam bagan berikut:

Silsilah Keturunan di Bali

Silsilah Keturunan


Demikian hasil share di beberapa grup dan di tulis kembali dalam artikel di atas.
Sane mangkin, sapesire sane nenten uning dados uning.
Semoga bermanfaat.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved