Jumat, 24 Juli 2020

Hari Raya Kuningan di Bali

Hari Raya Kuningan di Bali


Tertanggal 29 Pebruari 2020, tepat sepuluh hari melewati pelaksanaan Hari suci Galungan, umat Hindu akan menyambut Hari besar Kuningan.
Sama halnya dengan hari raya Galungan, untuk hari raya Kuningan juga memiliki tahapan ynag sedikit berbeda namun memiliki makna yang sama. Tahapan yang dimaksud, seperti: Pemaridan Guru, Hari Ulihan, Pemacekan Agung, dan Penampahan Kuningan, Kuningan dan Manis Kuningan.
Baca Juga: Hari Raya Galungan

Untuk persiapan hari raya Kuningan, Sarana Banten biasanya didominasi dengan warna kuning.

Penampahan Kuningan; Seperti Penampahan Galungan, semua umat Hindu wajib mengendalikan diri dari ego, amarah dan gegodan Sang Kala Tiga. Sad Ripu yang muncul di dalam setiap makhluk hidup harus bisa dikendalikan dengan cara melawan godaan tersebut.

Hari Raya Kuningan; dari dasar kata Kuning, jika disimbolkan warna kuning akan memancarkan sinarnya dari sudut pandang niskala. 

"Dikutip dari Bhagawan Dwija" makna dari Kuningan yaitu mengadakan janji/pemberitahuan/nguningang baik kepada diri sendiri, maupun kepada Ida Sanghyang Parama Kawi, bahwa dalam kehidupan kita akan selalu berusaha memenangkan dharma dan mengalahkan adharma (antara lain bhuta dungulan, bhuta galungan dan bhuta amangkurat).

Manis Kuningan; Manis Kuningan juga memiliki makna sosial, silaturahmi keluarga, saling memaafkan dan memberikan bekal (jika punya) untuk keponakan atau keluarga yang kurang mampu.


> Beberapa Desa, Manis Kuningan ada yang masih merayakan Hari Raya Kuningan dengan sembahyang di Pura Desa dan Piodalan.
Sebagai Contoh:
Banjar Juuk Manis Karangasem Bali, setiap Kuningan akan ramai, perayaannya lebih meriah dari Hari raya Galungan.
Saat Kuningan, akan ada Rejang alit, Meprani dan kegiatan tabuh rah.
Hari Raya Galungan, SNKK, Dadie Shri Nararya Khresna Kepakisan


Berikut Pesu-Pesuan Banten Penampahan dan Galungan untuk Keluarga I Nengah Raka Kamasan:

  • Banten di Sanggah Kemulan, Sebagai Ulun Banten:
> (Banten pejati + Sodaan; Sugihan tanggal 13 Pebruari 2020). 
Agung Ardanaswari


> (Banten pejati + Sodaan; Galungan tanggal 19 Pebruari 2020). 

M'Tu Suwariani

> (Banten pejati + Sodaan; Kuningan tanggal 29 Pebruari 2020). 
Km Sumiati
* Semua banten dirolling/ bergantian.
Banten Pejati


  • Info update Kuningan Pebruari 2020 Pembagian Banten di rumah:
Tiga Bersaudara membuat;
> Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (Pura Puseh & Pura Dalem), canang kecag 5 tanding, segehan mance warna 3 biji, gantung-gantungan 10 biji.


> Tamiang 10 biji, Pajeng 10 biji, Lamak 10 biji

> Brengkong lebeng + matah (simbol cewek) 10 Biji (isi brengkong: "canang kecag pakai tumpeng kecil + sampian peras kecil").

* Total akan ada 30 brengkong matah dan lebeng, 30 tamiang, 30 pajeng, 30 lamak, 30 gantung-gantungan (keseluruhanya terbagi bersama tiga bersaudara arep).

Informasi Tambahan:
  • Setiap Kuningan pesu-pesuan untuk pura dadie : Brengkong matah lebeng + Tamiang + Gantungan (pade 1 pasang)
  • Pemasangan Brengkong : Brengkong di kiri dan Gantung-gantungan dikanan (gantungan hanya 1 biji saja) tanpa memakai ceniga.
  • Setiap banten berisi sulangi (untuk nasi kuning) dan Sampiyan petangas + Canang.
  • Setiap KUNINGAN sembahyang sebelum pukul 12 siang sudah selesai kecuali di banjar Juuk manis (karena ngerainin/nyungsung Ida Bhatara Bebotoh)
  • Setiap KUNINGAN sembahyang keliling, ada yang ke carik/ Uma, prajepati, kendaraan dan dilakukan seperti saat Galungan sebelumnya, bedanya jangan lewat sampai pukul 12 siang dan ada tambahan sarana tambahan brengkong serta lainnya.


*Prasarana Ngias Gantung-gantungan saat penampahan Kuningan ring Kemulan dan lainnya:
Pada Penunggun karang tidak berisi endongan/brengkong
Yang berisi endongan ring Pura Ibu, Kemulan Rong 3, Rong 2, Taksu, Anglurah, Bhatari Sri, Sanggah Kembar, Pelangkiran-pelangkiran, motor dan mobil.



> Endongan/Brengkong maknanya adalah perbekalan. 

Bekal yang paling utama dalam mengarungi kehidupan adalah ilmu pengetahuan dan bhakti (jnana). Sementara senjata yang paling ampuh adalah ketenangan pikiran. Sarana lainnya, yakni Ter dan sampian gantung. Ter adalah simbol panah (senjata) karena bentuknya memang menyerupai panah. Sementara sampian gantung sebagai simbol penolak bala.


> Pada Hari Raya Kuningan juga dibuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia menerima anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi.


> Dapat diambil kesimpulan melalui perayaan Hari Raya Kuningan inilah kita diingatkan untuk selalu ingat menyamabraya, meningkatkan persatuan dan solidaritas sosial, dan umat diharapkan selalu ingat kepada lingkungan sehingga tercipta harmonisasi alam semesta beserta isinya serta tidak lupa akan ingat mengucap syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala karunia-Nya.


*Untuk Penjor dilugas, dibuka atau di lebur saat Buda Kliwon Pahang atau Abulan Bali (35 Hari) setelah rahinan suci Galungan.

*Kebiasaan: setiap Manis Kuningan bisa tangkil ke Pura Kawitan (melihat sikon) setelah itu langsung ke Pura Banjar Juuk Manis sebagai bentuk ketulusan karena melingkungan di Banjar Juuk Manis.
* Banten sokasi dibuat untuk ke Pura Kawitan dan ke Pura Juuk Manis.

" Acara persembayahangan di Kawitan biasanya di pagi hari, selanjutnya siap-siap ke Banjar Juuk Manis, Meprani dan membawa Banten untuk semeton tamiu jam 3 sampai pukul 5 sore.

" Manis Kuningan juga dilaksanakan acara ngelugas ring Pura Dadie dan dilanjutkan dengan sangkepan pukul 5 sore (hari pesangkepan dan waktunya akan menyesuaikan dengan arahan)".

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved