Jumat, 24 Juli 2020

Hari Raya Galungan di Bali

Hari Raya Galungan di Bali


Hari Raya Galungan di awal tahun 2020 (dari Kalender I Kt. Bangbang Gde Rawi), di rayakan pada bulan Pebruari tanggal 19, Wuku Dungulan.

Lihat tanggalan Galungan berikut:
Enam hari sebelum Puncak hari Raya Galungan, biasanya akan diperingati hari Sugimanek/ Sugihan Jawa dan Bali.
Baca Juga: Makna Sugihan Jawa dan Bali 
Untuk persiapan hari raya Galungan, biasanya akan di mulai dari Penyekeban, Penyajaan, Penampahan, Galungan, dan Manis Galungan.

Penyekeban; memiliki makna dasar Nyekeb, menyimpan, meletakkan, atau dalam arti ke sikap manusia yaitu mengecilkan ego (meminimalisir emosional) di dalam melewati godaan Sang Kala Tiga. Dalam keseharian umat seDharma Penyekeban biasanya diimplementasikan dalam bentuk menyimpan buah-buahan seperti; mangga, pisang atau buah-buahan.


Penyajaan Galungan; Hari ini biasanya umat Hindu membuat sarana banten seperti: Jajan regine/ rengginang, tape ketan, jaje uli, dodol uli dan berbagai pelengkap untuk pembuatan banten diesok harinya.
Penyajaan dari kata dasar Nyaja (nyaje) maksudnya membuat jaje/ jajan. Namun, di era-modern banyak umat Hindu langsung membeli di pasar untuk efesiensi waktu.


Penampahan Galungan; Dari kata dasar Nampah yang artinya memotong. Di lihat dari filosofinya makna Penampahan Galungan adalah memotong sifat hewani yang ada dalam diri setiap umat. Sifat Hewani ini biasanya di simbolkan dengan memotong hewan untuk mesoda/ mengaturkan Sodaan ke Hyang Pitara setelah pengolahan daging.

Umat Hindu biasanya mengolah daging babi, karena babi menyimbolkan sifat kemalasan, rakus serta bingung dalam menjalani kehidupan. Meskipun jauh dari makna sebelumnya, perayaan hari penampahan Galungan bisa dipahami maksud dan tujuannya.

Kegiatan di Hari Raya Penampahan Galungan terbilang cukup padat, contohnya: 

  • Di pagi hari, suami dan anak laki-laki biasanya mengolah daging dan memasak untuk menyiapkan Banten Sodaan yang akan dihaturkan ke leluhur.
  • Menjelang siang, istri-istri sudah menyiapkan sarana jejaitan sampai bebantenan untuk Natab Byakala di sore harinya.
  • Untuk suami/ anak laki-laki biasanya membuat penjor dan ngayah ke Pura Ibu/ paibon, Pura Desa. Selain membuat penjor, semeton sami akan membersihkan tempat persembahayangan secara bersama.


Hari Raya Galungan; Tepat di hari yang ke-210, Budha Kliwon Wuku Dungulan, Hari Besar Galungan dirayakan sebagai bentuk kemenangan Dharma melawan Adharma. Dalam prosesnya, Umat Hindu biasanya sembahyang dari rumah keliling ke sawah, tegal, ke Pura Ibu/ Paibon dan ke Pura Desa.
Filosofi yang diambil adalah proses penyucian diri dengan cara bersembahyang dengan begitu kemenangan Dharma benar-benar nyata implementasinya.


Manis Galungan; Filosofi dari Manis Galungan adalah berbagi keceriaan, suka cita, sekaligus merangkul dan mengajarkan saudara-saudara yang lainnya untuk lebih giat di jalan Dharma.
Selain berbagi, silaturahmi kesesama keluarga juga menjadi tonggak telah berhasil merayakan hari raya suci Galungan.
Hari Raya Galungan, SNKK, Dadie Shri Nararya Khresna Kepakisan

Berikut Pesu-Pesuan Banten Penampahan dan Galungan untuk Keluarga I Nengah Raka Kamasan:


  • Banten di Sanggah Kemulan, Sebagai Ulun Banten:


> (Banten pejati + Sodaan; Sugihan tanggal 13 Pebruari 2020). 
Agung Ardanaswari

> (Banten pejati + Sodaan; Galungan tanggal 19 Pebruari 2020). 
M'Tu Suwariani

> (Banten pejati + Sodaan; Kuningan tanggal 29 Pebruari 2020). 
Km Sumiati
* Semua banten dirolling/ bergantian.
Banten Pejati


  • Info update Galungan Pebruari 2020 Pembagian Banten untuk penampahan Galungan di rumah:

@Gd Mastika: Banten Durmanggala
@P.Kembar: Banten Byakala
@Adi Mantra: Banten Prayascita
*Banten ini juga di rolling agar semua bisa membuatnya secara bertahap.
* Masing-masing buat segehan Agung mance warna.
Segehan Mance
Segehan Agung Mance

  • Banten Durmanggala

Banten Durmanggala

Banten Durmanggala Alasnya menggunakan nampan (ngiu atau nare) yang berisi aledan sayut, telur dibungkus pada aledan peras atau "ayam ijo", tulung urip dan tulung jongkok berisi ajengan (diatas ajengan berisi kacang saur).

Sekar taman sebelah kiri berisi jajan kukus putih, dikanan berisi jajan kukus kuning, jahitan petangas berisi bunga lengkap, cemper di tengah-tengah berisi linmas di atas linmas berisi toya anyar, tangkih sebelah kiri berisi bija ratus, sebelah kanan berisi baas mes.

Bantal pasung berisi jajan bantal, Tipat Gencean berisi ajengan aruan/ajengan yang sudah matang.

Berisi buu lengkap diikat jadi satu, Kelungah ijo 1 dan sampian tangga di tanding berisi bungan lengkap.

Jahitan Lingga berisi bija ratus di sebelah kiri, dan jahitan sebelah kanan berisi beras, pis bolong dan benang putih.

Kojong rangkat berisi kacang saur dan telur.

Jahitan pisang terdiri dari 2 lubang (satu lubang berisi kojong 3 biji isi dari ketiga kojong, berisi bija ratus, buah mamak dan base 3 biji digulung jadi satu lalu diikat pakai benang dan isi base tampin dan satu lubang lagi berisi buah, pisang, jaje uli dan jaje gine yang sudah di iris-iris diatasnya berisi sampian peras kecil yang sudah ditanding pakai bunga lengkap). 

Untuk jejaitan banten durmanggala semuanya harus berwarna ijo (jahitan memakai slepan).

  • Banten Byakala

Banten Byakala berisi: Sambuk/ serabut kelapa untuk keskes, sampian nagasari memakai pandan, sampian peras, sampian penyeneng, pesucian, taluh matang dan mentah, nasi selem berisi wadah batok kelapa, nasi barak mewadah takir, kojong prangkat misi kacang saur, berisi buu, 

Alas peras-nya memakai pandan medui, nasi kepelan berisi bawang tabie, jaje raka-raka. (akan di upgrade kembali).
Banten Byakala


  • Banten Prayascita
Berisi Kelungah, .....
Banten Prayascita



> Untuk Galungan: masing-masing membuat Banten Soda/ Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi Dua (puseh & dalem), canang kecag 3 tanding, segehan mance warna 3 biji, jaitan ceniga 10 biji, gantung-gantungan 10 pasang.
> Setelah persembahyangan di rumah, Pura Dadie, Pura Desa, Pura Dalem dilakukan selanjutnya persembahyangan dilakukan di Pura Ibu Juuk Manis (Pura Dadie dari Uwed Ibu Ni Komang Tusan).


*Untuk Penjor dilugas, dibuka atau dilebur saat Buda Kliwon Pahang atau Abulan Bali (35 Hari) setelah rahinan suci Galungan.

*Pertimbangan Sikon: setiap Manis Galungan bisa tangkil ke Pura Lempuyang karena pas rahina piodalan.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved