Jumat, 31 Juli 2020

Aksi Damai Taksu Bali

Aksi Damai Taksu Bali

AKSI DAMAI TAKSU BALI !!!
Sebuah unggahan dari Pak Putu Agus Yudiawan (anggota Taksu Bali Dwipa).

Mengingat gerakan Hare Krishna  sangat meresahkan dan berpotensi merubah tradisi, adat, budaya dan gama Bali. Kemudian, penyelesaian polemik Hare Krishna dan Hindu Bali sangat lambat dan terkesan bermain main dengan aturan hukum yg berlaku.

Maka kami dari Forum Komunikasi Taksu Bali yang terdiri dari berbagai elemen umat Hindu Bali akan mengadakan "Aksi Damai Taksu Bali" pada :

Hari/Tgl :  Senen, 3 Agustus 2020
Jam      :  11.30 wita
Kumpul :  GOR Lila Buana, Denpasar
Tujuan  :  Kantor PHDI Bali
Pakaian :  Adat Madya
Wajib    :  Protokol Covid-19
                Era New Normal

Gerakan ini murni panggilan jiwa untuk menjaga dan melestarikan tradisi, adat, budaya dan gama Bali ketika dirongrong secara sistematis dan masif oleh sampradaya Hare Krishna.

Ajaran Hare Krishna sesungguhnya telah dilarang oleh pemerintah Republik Indonesia. Pelarangan ajaran Hare Krishna dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan SK Jaksa Agung nomor KEP-107/JA/5/1984.

Tuntutan kami jelas Hare Krishna harus keluar dari PHDI dan tanah Bali. PHDI sebagai PENGAYOM AJARAN TERLARANG wajib di reformasi total dan diikuti dengan penarikan dari peredaran semua barang cetakan yang memuat ajaran Hare Krishna. Terutama semua buku buku karangan Prabhupada pendiri ISKCON tidak satupun dapat beredar di Bali.

Aksi Damai kali akan menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya terjadi di Bali sejak PHDI berdiri. Kami menurunkan 7 sanggar kesenian Bali sehingga aksi benar benar sebuah hiburan (Peace Movement Entertainment). 

Kesenian yang dipentaskan antara lain Bleganjur, Calon Arang, Angklung, Fragmen Tari, Joged Bumbung dan lain lain. Massa yang berpatisipasi turun ke jalan kurang lebih 3.200 orang berasal dari seluruh Bali. 

Disamping itu, kami juga akan awali dengan pecaruan di perempatan jalan Supratman untuk NYOMIA virus covid-19. Bertujuan agar Bali segera bebas pandemi corona sehingga kehidupan masyarakat Bali normal kembali. Ritual Caru Bangun Urip ini dilaksanakan oleh Sanggar Bima Sakti.

Bagi masyarakat Bali dimohon untuk menghindari rute jalan seputaran GOR Lila Buana yaitu jalan Melati, Supratman pada jam 11.00 hingga 14.00 dan jalan Ratna, Denpasar dari ujung selatan hingga utara pada jam 14.00 hingga jam 17.00 wita.

Semua ini kami lakukan semata-mata demi menjaga tradisi, adat, budaya dan Gama Bali.

Demikian dapat disampaikan dan kami mohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanannya selama aksi damai berlangsung.

Satyam Eva Jayate.

Tertanda
FORKOM TAKSU BALI,

Jro Mangku Wisna, ST. MM
Ketua

I Putu Agus Yudiawan, SH
Koordinator Lapangan

I Gede Agung Sanjaya, SH
Kabid. Hukum
---------------------------------------------------------

TAKSU BALI PEACE RALLY !!!
Hare Krishna movement is very troubling and has the potential to change the traditions, customs, culture and Hindu Bali. The resolution of Hare Krishna polemic and Balinese Hinduism are very slow and undermining the law.

In response to this development, Taksu Bali Communication Forum with various Balinese Hindu elements will hold "Taksu Bali Peace Rally" on :

Date             : August 3, 2020
Time            : 11: 30 AM
Venue          : GOR Lila Buana, 
                       Denpasar - Bali
Destination : PHDI Bali Office
Dresscode  : Traditional 
Required     : Covid-19 Protocol 
                       New Normal Era
                        
This rally is purely aimed  to preserve Balinese traditions, customs, culture and religiom that  systematically and massively undermined by Hare Krishna followers.

The teachings of Hare Krishna have been banned by the government of the Republic of Indonesia. Prohibition of Hare Krishna teachings was issued by the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia with the Attorney General's Decree number KEP-107/JA/ 5/1984.

Our demand and complain are clear; Hare Krishna must be rooted out from PHDI and Bali. PHDI as a guardian of prohibited teachings must undergo a reform and followed by withdrawal of all Hare Krishna teaching materials that have been circulated ilegally. Most importantly  all books written by Prabhupada, the founder of ISKCON, not a single of this book should be allowed circulated in Bali.

This peaceful rally will be a historical event. It will be the first rally   to be held in Bali since the creation of PHDI. We invite 7 Balinese art studios to join this peacefull rally so the rally will be an entertainment event as well. (Peace Movement Entertainment).

Performing arts  will include Bleganjur, Candidate Charcoal, Angklung, Dance Fragments, Joged Bumbung and other performances. Participants who joins on streets are expected around 3,200 people from all over Bali.

We advise residents to avoid Lila Buana and Jalan Ratna, Denpasar area from the south side to the north at 11:00  AM to 17:00 PM.

This peaceful rally will be held solely to preserve the traditions, customs, culture and Gama Bali or Hindu Bali.

Thank you and and our sincere aplogy for the inconvenience during this  peaceful rally.

Mengingat:
Penyampaian aspirasi melalui demo dilindungi UU. Demo ini merupakan aspirasi  masyarakat Hindu Bali Nusantara yang tidak terima agama dan budayanya dirongrong,tdk bisa kita menolak ke ikut sertaannya.demo ini untuk menyelamatkan agama budaya adat Hindu Bali Nusantara tidak lebih dari itu.

Demonstrasi adalah hak setiap individu dan atau kelompok dalam menyampaikan aspirasinya.
Sebuah negara demokrasi (demo+krasi) demonstrasi jelas dilindungi undang undang, bukan suatu kebodohan apalagi suatu hal yang primitif yang berdemo justru sangat cerdas karena dia tahu hak haknya sebagai warga negara, asal tidak melanggar hak orang lain dan mengganggu fasilitas umum yang penting tetap sesuai protokoler.
Jangan anarki, tetap tunjukan jati diri tanpa melakukan pelanggaran apapun. Mogi rahayu

Waspadai:
APAKAH SUDAH DIPIKIRKAN DAMPAK LUASNYA PAK?? 
APAKAH BAPAK BISA MENJAMIN AKSI DAMAI AKAN BERJALAN TERTIB DAN AMAN,
Pang sing nyan care kejadian di Jakarta, awalne damai dadi rusuh, ingat Bali adalah sorotan dunia, pang sing nyan ada berita tidong-tidong di luar yang berakibat buruk pada pariwisata, apalagi masih dlm situasi pandemi mengadakan kerumunan massa sangat tdk tepat, jadi tolong dipikirkan efeknya,
suksma
Satyam Eva Jayate.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved