National

Ads

Economy

Technology

Politics

Video

Selasa, 29 September 2020

Lowongan Kerja Pengajar SMP AMI Denpasar 2020

Yang belum memiliki kerja khusus untuk lulusan Sarjana Pendidikan, 
(GURU PKn dan IPS) dengan kualifikasi bisa internet dan mampu bekerjasama dengan tim.
Persiapkan CV anda dengan baik.
Baca Juga:
Lamaran bisa Langsung dikirim ke alamat Jl. Kusuma Bangsa II, no.25 Denpasar atau kirim ke WA 081316585078,
File bisa dalam bentuk Word atau PDF,

Semoga sukses dan bersiaplah untuk berinovasi bersama sekolah AMI (Adhi Mekar Indonesia).

Senin, 28 September 2020

Renungan Positif menginspirasi

OM Swastyastu,

Renungan Positif untuk sugesti yang baik

Saat KEBERHASILAN belum tiba, berjuanglah terus, karena jika MENYERAH maka keberhasilan itu tidak akan pernah DATANG kedepan kita.

Jika belum dapat membuat orang lain BAHAGIA, pastikan keberadaan kita  tidak membuat orang semakin MENDERITA.

Sebuah SENYUMAN KECIL kita, mungkin saja bisa membuat orang merasa BAHAGIA, usahakan teruslah untuk memberi sebuah senyuman kita, mungkin saja dunia akan ikut TERSENYUM.


Jika kita belum dapat memberikan MAKAN buat orang lain, minimal janganlah MEREBUT jatah makanan orang lain yang mungkin saja mereka lebih membutuhkannya dari pada kita .

Sebuah MASALAH sering kali bisa terselesaikan dengan kita diamkan, akan tetapi kadang persoalan yang didiamkan malah menjadi lebih BESAR di kemudian hari, jadi selesaikanlah MASALAH nya selagi dapat kita selesaikan sedini mungkin .

Jika kita tidak dapat memberikan MANFAAT apapun bagi sebuah komunitas, maka keluarlah dari komunitas tersebut agar kita tidak menjadi BEBAN bagi mereka .

Janganlah menyimpan DENDAM, karena dendam itu akan menghilangkan semua *AURA BAIK* kita.

Selalulah berpikir *POSITIF* karena dari pikiran positif akan mengeluarkan kata-kata yang POSITIF dan akhirnya akan bertindak positif juga. 
OM santih, santih, santih Om

Selamat beraktifitas
Semoga semuanya rukun, damai, sejahtera dan berbahagia selalu.

Minggu, 20 September 2020

Cara membuat Buwu Durmanggala

 Buu Durmaggala bersala dari kata Buwu (Buu) yang digunanakan untuk meketis atau mengetiskan tirta.

Buwu ini ditaruh di Banten Durmanggala.

Dipostingan ini akan saya ulas bagaimana cara membuat Buwu. Karena Buwu ini sedikit rumit jika di lihat dari bentuknya, namun jika dipilah maka satu-persatu akan mudah mengetahui bentuk, cara dan proses membuatnya.

Kita akan jelaskan dalam bentuk Gambar berikut:



Jejaitan; Tangga Menek


Jejaitan; Tangga Tuun


Jejaitan; Kori


Jejaitan; Sapu


Jejaitan; Cedok


Jejaitan; Padma


Jejaitan; Paku Pid-Pid Sesapi


Jejaitan; Juan


Jejaitan; Pala


Jejaitan; Siku-Siku


Jejaitan; Pecut


Jejaitan; Lawat Nyuh


Jejaitan; Lawat Buah


Jejaitan; Urat-urat



Jejaitan; Tipat Pusuh,
Cara membuatnya akan di tampilkan di Youtube: Kembar Info dan IG: @Kembar.info


Jejaitan; Tengah Basang


Jejaitan; Basang Rentet

Sarana Pelengkap ini berfungsi untuk melengkapi jika ada sarana di dalamnya yang kurang kelengkapannya.
Pelengkap dibuat dengan cara menoes slepan dimana ukiran diversikan sesuai dengan ketulusan sendiri.


Semua Perlengkapan Buwu ini dijadikan satu lalu diikat


Berbagai jenis tipat:
Sidakarya, Sida Lungguh, Purnama Sada, Sari, Kukur
(untuk cara membuatnya akan di share di IG: @KEMBAR.INFO dan Youtube: KEMBAR INFO)

Demikian isi perlengkapan Banten Durmanggala, semoga bermanfaat dan mudah dipahami.

Semua makna, cara membuatnya dan kekurangan akan di upgrade kembali secara bertahap. Jika anda mengalami kendala, silahkan DM di menu Kontak Kembar.info

Payas Memadik dan Pre-Wedding (oleh Agung Ardanaswari)

Ardanaswari_Wedding

Model: Amanda
Postingan tanggal 20 September 2020,
Sebelum di payas (tanpa di edit):


Payasan Memadik/ Lamaran, Bisa juga di gunakan untuk resepsi pernikahan:







Hasil sesudah di payas, untuk Resepsi / Prewedding (tanpa di edit juga):





Ada juga model payasan Nusantara dari Amanda;

Make Up Artis, Direct Message (DM):
IG: @agung.ardanaswari

Kamis, 10 September 2020

Transformasi Orang Tua di Masa Pandemi Covid-19

Kembar info - Melaksanakan Pembelajaran di masa Pandemi seperti ini memang perlu adaftasi yang ekstra antara guru dengan siswa, guru dengan orang tua dan guru dengan rekan guru. Semuanya harus saling berkolaborasi untuk membentuk karakter peserta didik ke arah positif.

Kolaborasi pihak sekolah dengan orang tua menjadi kunci untuk menyelaraskan pendidikan yang berkarakter seperti melibatkan komunitas di media sosial yang menyesuaikan kondisi di masa Pandemi Covid-19.

Bentuk Kolaborasi ini bisa melalui komunikasi langsung (sifatnya bisa personal) antara guru dengan orang tua. Guru juga bisa memberikan saran ke orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget, film, video game dan media lain yang efeknya sangat jelas mengurangi moral peserta didik.

Sekolah bisa membangun pusat sumber daya keluarga, yang di dalamnya ada kegiatan konseling.

Saat proses belajar tatap muka dihentikan sementara, dan sebagai gantinya yaitu proses belajar jarak jauh (daring), banyak sekali siswa yang mengeluh termasuk orang tua (terutama di pedesaan).

Blogberkarakter, Sekolah daring, Pandemi Covid19,

Tugas demi tugas yang diberikan oleh guru tanpa ada tatap muka, menyebabkan asumsi berbeda bagi siswa. Siswa memaknai sekolah daring sebagai ajang tugas, tugas dan tugas.

Keluhan di berbagai daerah juga hampir sama, saat pertama kali diterapkan pembelajaran online, Peran Orang tua menjadi tambah berat, namun demi mengurangi penyebaran Virus Covid-19 akhirnya kegiatan belajar online (mau tidak mau) harus dilaksanakan meskipun tidak optimal.

Berbeda dengan orang tua yang sudah memiliki basic kependidikan, namun dalam hal ini orang tua yang tidak bersekolah akan mengajarkan anaknya tanpa mengetahui tips-trik memotivasi semangat belajarnya.

Berbagai upaya juga dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem Makarim), melakukan kerjasama dengan platform online demi mengembangkan proses belajar secara daring (dalam jaringan).

Jika mutu pendidikan ingin berkembang dalam sistem daring, tentunya sebagai pendidik harus mampu memiliki kreatifitas dan inovasi yang cerdas.

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 tidak hanya menyangkut kecakapan dalam menguasai materi belajar (bagi pendidik), namun para Pendidik harus lebih cepat beradaftasi terhadap kemajuan teknologi sampai cara menggunakannya.

Keterbatasan tersebut juga menyebakan mood siswa berubah-ubah dan peran guru disini menjadi sangat penting dalam memotivasi siswa. Dahulu pendidik memiliki moto "Guru Berkelas di dalam kelas" sekarang Guru Berkelas di masa Pandemi Covid-19 dari Transformasi Orang tua.

Guru wajib berinovasi untuk mengembangkan proses Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Bentuknya bisa berupa kesepakatan untuk berKolaborasi agar saat anak belajar di rumah ada pendampingan oleh orang tua. Tidak selalu orang tua mendampingi anak belajar namun ada kesepakatan dalam pendampingan atau pemantuan orang tua.

Contohnya;

> Guru memberikan motivasi ke siswa, dan berkoordinasi terlebih dahulu ke orang tua mengenai pendampingan yang perlu dilakukan ke anak.

> Peran Orang tua menjadi teman belajar bagi anak, orang tua juga harus mampu memotivasi anak dengan game atau bentuk lainnya.

Situasi pandemi Covid-19 tidaklah selamanya menimbulkan dampak negatif, namun juga memiliki dampak positif.

Guru diajak untuk menjadi kreatif dalam membuat pembelajaran, orang tua belajar mengenali anaknya dan siswa belajar untuk mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik kerja sama di antara semua pihak sangatlah dibutuhkan. Seperti kata pepatah bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Optimisme adalah iman yang menuntun Anda ke pencapaian.

Kamis, 03 September 2020

Makna Mejauman atau Mepamit

MEJAUMAN BUKAN MEPAMIT UNTUK MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN LELUHUR DAN KELUARGA.

Mejauman, merupakan rangkaian dari pernikahan (pawiwahan) adat Hindu Bali yang sarat dengan makna.

Namun Mejauman belakangan ini telah mengalami "pergeseran makna menjadi Mepamit". Sehingga beberapa umat yang tidak memahami konsepnya akan menganggap Mejauman sebagai istilah baru berpamitan dan tidak boleh lagi datang ke rumah bajang.

Istilah Mepamit telah benar-benar merancukan makna dari Mejauman.

Kerancuan yang paling parah adalah ada beberapa kalangan yang benar-benar memutuskan hubungan pengantin predhana (biasanya perempuan) dengan keluarga maupun dengan leluhurnya. 

Hal itu biasanya terjadi akibat pihak keluarga pengantin purusha (biasanya laki-laki) menganggap dirinya memiliki kedudukan atau derajat yang lebih tinggi dari pihak keluarga pengantin pradhana.
 *Mejauman diubah menjadi Mepamit*

Semenjak proses Mepamit tersebut pengantin pradhana tidak lagi diizinkan sembahyang di Merajan bajangnya dan tidak dibolehkan lagi nyumbah kepada orang tuanya.

Ada lagi yang paling extreme, ketika prosesi Mejauman atau yang dirancukan menjadi Mepamit tersebut, pengantin purusha tidak mau ikut sembahyang di Merajan pengantin pradhana akibat terlalu fanatik terhadap kedudukan atau derajatnya.

Padahal dihadapan Tuhan tidak ada istilah tinggi rendah derajat atau kedudukan, semua yang terlahir ke dunia adalah sama.

Sama-sama lahir telanjang dan memiliki tujuan yang sama yaitu membayar hutang Karma.

Jika kita berada di Kabupaten Karangsem, istilah Mejauman identik dengan kata Nyongkol.

Sebenarnya apa makna dari Mejauman?

Mejauman memiliki nilai kesakralan yang sangat penting dalam pernikahan umat Hindu Bali, karena Mejauman merupakan simbol resminya pernikahan secara sekala dan niskala. 

Mejauman berasal dari akar kata “jaum” yang dalam Bahasa Indonesia-nya adalah “jarum”.

Jaum/jarum identik digunakan untuk merajut atau menjarit, dalam hal ini memiliki makna bahwa sebuah pernikahan harus dirajut, disatukan dan dirangkai. 

Yang menjadi harapan dari upacara Mejauman adalah terjadinya hubungan yang erat antara kedua belah pihak keluarga pengantin.

Selain itu Mejauman merupakan sebuah upacara yang memiliki makna sebagai bentuk puji syukur yang dihaturkan kepada Bhatara Guru dan para Leluhur dari pihak pengantin pradhana dan memohon doa restu agar rumah tangga sang pengantin selalu dilindungi dan diberkati.

Hal ini sesuai dengan Puja atau Sesontengan Pemangku ketika nganteb prosesi Mejauman tersebut:
“OM Ngastuti Pakulun Paduka Bhatara Guru, Bhatara Hyang, Bhatara Kawitan, Niki Sentanan Paduka Bhatara Sampun Puput Kawentening Yadnya Mabiyakala, Ipun Rauh Tangkil Nyakupan Tangan Sareng Kalih, Mangda Ledang Paduka Bhatara Guru, Bhatara Hyang, Bhatara Kawitan Nedunin Waranugraha, Mewastu Ipun Prasida Becik Ngemanggihang Karahayuan Kahuripan Ipun Makurenan, Mangdane Prasida Ngewentenin Putra Sane Suputra”

Dari makna Mejauman dan Puja/ Sesontengan tersebut, "tidak ada istilah Mepamit kepada leluhur" yang menyebabkan di kemudian hari tidak boleh lagi ngaturang sembah (sembahyang) di Merajan pihak pengantin pradhana.

Yang ada adalah semenjak resminya sebuah pernikahan, kedua mempelai wajib ngaturang sembah (sembahyang) di Merajan pihak pengantin pradhana, setidaknya pada waktu piodalan Merajan tersebut.

Pada penghujung acara Mejauman, pengantin pradhana akan mohon pamit kepada kedua orang tua dan sanak saudaranya, bahwa secara hukum dan adat pengantin pradhana telah resmi menjadi bagian keluarga dari pihak pengantin purusha.

Kata pamit inilah yang selama ini merancukan dan merubah pengertian upacara Mejauman di masyarakat, dan juga dimanfaatkan oleh Kaum Ego yang fanatik terhadap kedudukan dan derajatnya.

Sehingga semenjak selesainya upacara Mejauman tersebut pengantin pradhana benar-benar putus hubungan dengan sanak saudara bahkan dengan kedua orang tuanya.

Padahal hubungan seseorang dengan kedua orang tuanya tidak akan pernah dan tidak boleh terhapus oleh apapun juga.

Hal ini sering membuat dilema di kalangan pengantin pradhana yang menghadapi situasi tersebut, dimana bahkan ketika orang tuanya meninggal tidak diperbolehkan nyumbah (memberi penghormatan terakhir) kepada orang tuanya.

Padahal nyumbah pada waktu orang tua meninggal sangatlah penting, dimana sebagai bentuk bhakti dan terimakasih kepada orang tua. 

Ingatlah seburuk dan sejelek apapun orang tua kita, serendah apapun kedudukan dan derajatnya menurut orang, kita tidak akan pernah ada tanpa mereka.

Jadi Mejauman bukanlah Mepamit untuk memutuskan hubungan, baik hubungan terhadap Leluhur maupun hubungan terhadap orang tua, justru Mejauman adalah untuk merajut hubungan baik secara sekala dan niskala. 

Semenjak resminya sebuah pernikahan, maka kedua mempelai pengantin memiliki dua orang tua yang wajib diperhatikan yaitu:

Pertama orang tua di pihak Purusha dan kedua orang tua di pihak Pradhana.

Salam Rahayu
Semoga bermanfaat.

3 Bentuk Dana Punia di dalam Hindu

Salah satu kewajiban suci dari  umat Hindu adalah menghaturkan Dana Suci /Mapunia sesuai dengan kemampuan masing masing  atau   Panca Maha Yadnya.  medana Punia  yang dilakukan tanpa ketulusan/ Lascarya, lebih lebih  diperciki oleh perasaan  marah, unsur pamer ataupun prilaku kotor lainnya dalam susastra Hindu disebut DanaBhagana


Secara umum Ada tiga jenis Dana Punia  antara lain:

Artha Dana : Pemberian berupa  harta benda atau materi

Abhaya Dana: Pemberian berupa perlindungan rasa aman.

Brahma Dana: Pemberian berupa Ilmu Pengetahuan.
Oleh karena itu,  Sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk  melakukan "Dana suci / Mapunia" dengan landasan ketulusan dan menghindari pemberian dana suci yang  bersifat Rajasika maupun Tamasika  atau  Danabhagana. 

Niscaya, dengan ketulusan & keluhuran budhi akan dapat menumbuhkan sifat Kedewataan atau Daivi sampad dalam sang diri.
(S.S  205 & Slokantara, 20.5)

Minggu, 30 Agustus 2020

Rahinan Hindu Bulan September 2020

Memasuki bulan September 2020, umat Hindu yang ada di Indonesia akan bersiap-siap menyambut Hari suci Galungan dan Kuningan.

Untuk diketahui oleh umat Hindu dudonan rahinan di Bulan September 2020, kini KarangasemNews.com akan memberikan ringkasannya:
Mulai dari Tanggal dan nama Rerahinannya:
Tanggal 1,
Hari Anggara Kasih Julungwangi.

Tanggal 2,
Hari Purnama ketiga. Puncak Purnama/bulan penuh yaitu pukul 12.21 WIB

Tanggal 10 dan 11,
Hari Sugihan/ Sugian Jawa dan Sugian Bali di tanggal 11 berbarengan dengan Hari Kajeng Kliwon Uwudan.

Tanggal 13, 14, 15, 16, dan 17 merupakan Harinya Galungan dimana urutannya aebagai berikut:
Tanggal 13 sebagai hari penyekeban (persiapan alat bahan upakara)

Tanggal 14 sebagai hari penyajaan Galungan yaitu harinya membuat jajan untuk upakara.

Tanggal 15 diperingati sebagai hari Penampahan Galungan, yaitu umat Hindu biasanya nampah/motong babi atau membuat perkumpulan untuk memotong hewan (mepatung) sebagai simbol persembahan menghilangkan Sang ButhaKala.

Tanggal 16, Hari Puncak Galungab, diaini umat Hindu sembahyang di Pura-Pura. Mulai dari pelinggih di rumah, sampai ke Pura Desa. Simbol kemenangan Dharma melawan ketidak-benaran.

Tanggal 17 sebagai hari Umanis/Manis Galungan.
Umat Hindu bersilaturahami saling maaf-maafan dengan semua keluarga. Hari ini juga diperingati hari Tilem atau bulan mati (Sang Hyang Siwa sedang bertapa).
Puncak Tilem pukul 19.59 WIB.

Tanggal 19
Sebagai hari Pemaridan Guru

Tanggal 20, Hari Ulihan

Tanggal 21, Pemacekan Agung

Tanggal 25, Hari Penampahan Kuningan.
Hari ini umat Hindu melakukan persembahyangan seperti hari raya Galungan namun pada intinya hari raya Kuningan melakukan penghormatan kepada para leluhur dan mensyukuri anugerahnya dalam wujud kesadaran spiritual dan di tanggal ini juga ada hari Kajeng Kliwon.
Tanggal 26 sebagai hari Umanis Kuningan,
Ada beberapa wilayah di Bali melaksanakan piodalan misalnya di Pura Kawitan Shri Nararya Khrisna Kepakisan (SNKK), Klungkung Bali.

Tanggal 30.
Hari Buda Cemeng Langkir.
  Sumber: Kalender I Kt. Bangbang Gde Rawi (alm).

Demikian padatnya hari raya Hindu di Bulan September 2020 nanti akan dilaksanakan oleh umat Sedharma dengan rasa tulus dan ikhlas.
Ketika hati sudah memahami konsep Yadnya maka kerahayuan jagat akan terbentuk di alam ini.

Dumogi segala godaan yang muncul bisa dilewati dengan penuh kedamaian.

Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor

Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali nomor 47 tahun 2020, 
Penghapusan Sanski Administrasi yaitu berupa bunga dan denda terhadap pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Jadi, warga Bali yang terlambat nyamsat tinggal bayar pokoknya saja tanpa dikenai biaya tambahan.

Ingat!
Pengumuman ini masih berlaku sampai tanggal 18 Desember 2020.

Pemutihan ini sesuai dengan PerGub, jadi bayarlah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik.

Sanksi yang di hapus adalah sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.


Kamis, 27 Agustus 2020

Lowongan Kerja 2021

Bagi Warga Masyarakat yang belum memiliki pekerjaan karena wabah Covid-19, kini website KarangasemNews akan memberikan beberapa rekomendasi yang mungkin bisa digunakan sebelum dan sesudah menjadi karyawan di dalam sebuah perusahaan.

> Carilah Lowongan kerja di koran, media sosial, Instagram, Facebook Grup atau di Website terpercaya atau baca Link Lowongan kerja ter-Update

Loker Bali

Untuk memiliki integritas dalam mengajukan lamaran, pelajari beberapa tahapan interview sampai diterima oleh sebuah perusahaan.

Mulai dari Berdoa, berpenampilan, kesiapan menjawab dan rasa percaya diri menjadi modal dasar untuk memulai. Jadilah kebanggaan dan profesional dalam sebuah perusahaan.

info tips lolos seleksi interview,

Lowongan Kerja

1. Berpenampilan menarik, mulai dari rambut, pakaian dan sepatu
2. Percaya diri, tidak cengengesan
3. Mempelajari triks lolos interview seperti cara menjawab dan kesiapan dalam menjawab tidak terbata-bata
4. inovatif dan kreatif,
5. Memiliki target yang real dan tidak omong kosong
6. Membuktikan target dan berinovasi dengan tim
7. Mempelajari cara menulis yang benar sesuai dengan teori Grafologi (Teori Grafologi akan menilai karakter tulisan karena ada beberapa perusahaan hanya melihat data tulisan anda untuk kelolosan interview).
....

Photos

International

Intertainment

Sport

Election

© Copyright 2020 Tempat Berbagi Informasi | All Right Reserved